Saketa Putra F.C

Saketa Putra F.C

TENTANG BLOG

Blog ini tidak lebih dari ungkapan kerinduan yang mendalam terhadap kampoeng halaman koe, setidaknya dengan blog ini ana dapat melegakan hati ini.

bagi teman-teman yang punya kisah, mau berbagi cerita, atau punya foto-foto tentang saketa. ayo posting di blog ini. caranya krimlah melalui
Email:
saketagane@yahoo.com
rahmatfatah@yahoo.com
rahmat_halsel@yahoo.co.id

Rabu, 10 Februari 2010

Cerita Dari Saketa (Tempo Doloeo)


PUSKESMAS SAKETA

Nama Saketa, sejak kecil sampai aku kuliah rasanya belum ada dalam memori saya. Tapi kemudian menjadi sangat akrab dan melekat karena kemudian mas Adib ditugaskan di puskesmas Saketa, kecamatan Gane Barat kab Maluku Utara (sebelum Maluku Utara menjadi propinsi tersendiri). Awalnya saya harus menelusuri satu demi satu nama daerah di kepulauan Halmahera, alhamdulillah.....akhirnya ada juga nama Gane tertulis di peta.


Dan tentunya, peta tak bercerita banyak tentang Saketa, cerita tentang Saketa banyak saya dapatkan melalui surat-surat yang dikirim dari mas Adib. Bagaimana sepinya Saketa, cerita tentang televisi pertama masuk ke Saketa, jalanan yang ditumbuhi rumput selutut, pantai sebagai WC terpanjang, dll. Dan saya sangat menikmati surat-surat itu walau baru sampai di tangan saya 2 minggu setelah dikirim.


Entah bagaimana kabar puskesmas Saketa sekarang, karena sudah tidak ada lagi surat-surat yang saya terima dari Saketa.........

Sumber:http://lilyahmad.blogspot.com/2008_05_01_archive.html

Aku dan Pantai-Nya (menyisakan kerinduan yang menyesakkan)


Sungguh tidak pernah terbersit sebelumnya bahwa perjalanan hidup menghantarkanku untuk melihat laut dan pantai setiap harinya. Berada dalam gugusan pulau nun jauh dari kampung halaman. Halmahera yang indah.

Sungguh setiap peristiwa telah digariskanNya. Pun ketika akhirnya aku mulai cinta alam khas kelautan ini. Berpetualang dengan speed dan kapal motor lalui hamparan laut lepas yang kadang berombak kadang begitu tenang dan meneduhkan, memakan ikan hampir setiap hari, berteman dengan anak-anak yang hobi berenang hingga tubuh mereka beraroma matahari .

Sungguh aku telah menikmati irama hidup ini. Namun Allah membatasi kesempatanku berada dalam kenikmatan jauh dari hiruk perkotaan ini. Aku akan melanjutkan perjalanan menyongsong anugerah baru dalam hidup ini...

Berpisah dengan "pantaiNya" menyisakan kerinduan yang menyesakkan. Ingin kutemui lagi orang yang begitu baik, alam yang begitu indah, dan semua yang telah begitu berarti dari pesisir pantaiNya dipulau halmahera ini..

MaLaRindu..eh MaLaRiA .. sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian kelima ..

14 November 2007

Hari kedua kepergian pak dokter ke Bacan ternyata puskesmas kedatangan tamu tim supervisi dari dinas kesehatan. Mereka khususnya melakukan supervisi seputar program penanggulangan malaria berupa pemberian kelambu pada ibu hamil dan bayi. Selain puskesmas saketa mereka pula mengunjungi puskesmas dolik yang hanya berjarak sekitar 15 menit dari Saketa bila ditempuh dengan speed melalui jalur laut. Setelah ke Dolik tim kembali ke Saketa untuk melakukan lokakarya mini dengan seluruh petugas Puskesmas Saketa dan berencana untuk menginap sebelum esok hari melanjutkan supervisi ke Gane Timur (Puskesmas Maffa).
Sore ini mereka mengabari bahwa lokakarya mini nanti akan dihadiri pula oleh perwakilan Unicef cabang Ternate sebagai sponsor dinas kesehatan untuk program penanggulangan malaria ini. Akhirnya lokakarya mini singkat seputar malaria dimulai pukul 17.30 sore hari dan selesai saat magrib. Ibu Kerri dari Unicef malam harinya menginap dengan saya dirumah dinas. Makan malam disediakan oleh Kak Indy (kakak dari Kak Lily, perawat gigi puskesmas), maka malam hari hampir semua staf berkumpul dirumah Kak Lily dilanjutkan dengan mengobrol dengan ibu Erna, Kak Ella dan Dawi dari Dinas. Saya lanjut mengobrol dengan ibu Kerri dirumah hingga larut malam dan tertidur pulas, namun pagi-pagi sekali harus segera bersiap karena baik rombongan dinas kesehatan juga ibu Kerri akan segera melanjutkan perjalanan ke Maffa

Akhirnya tim supervisi berangkat dengan mobil sewaan menuju Matuting yang berjarak 2 jam dari Saketa sebelum akhirnya naik motor laut dari Matuting ke Maffa. Perjalanan yang cukup jauh dan mengingat malam hari tadi hujan pun turun cukup deras, bisa diperkirakan jalur darat yang bergelombang karena banyak tanjakan maupun turunan kali ini akan becek serta banyak genangan air. Harus waspada agar ban mobil tidak sampai tertanam dilumpur.
Selamat jalan dan bertugas…
Semoga upaya dinas kesehatan dan Unicef yang mulia dalam menangani malaria ini mendapat berbagai kemudahan dan keberhasilan. Kami pun di puskesmas sebagai kaki tangan meskipun masih jauh dari sempurna dalam merealisasikan program sangat ingin mensukseskan program kelambunisasi ini. Agar malaria yang endemis semakin dapat dikendalikan khususnya di Gane Barat dan umumnya Maluku Utara serta daerah Indonesia Timur lainnya.

Sumber :http://vanikrisna.blogspot.com

>> sAKeTa PuNyA dOkTeR GigI !! ..sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian keempat ..

13 November 2007

Hari ini puskesmas Saketa kedatangan tamu. Akhirnya dokter gigi yang sudah lama dijanjikan Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan menginjakkan kakinya di desa tempatnya bertugas ini. Dokter gigi yang masuk PTT lewat jalur pusat ini sebetulnya sudah hampir 2 bulan tiba di Bacan dan bertugas sementara di puskesmas Mandawong, Bacan. Ia masih menunggu pengadaan alat-alat kedokteran gigi terutama kursi praktek yang hingga saat ini belum tiba di puskesmas Saketa. Tapi Faisal akhirnya tiba juga dengan harapan kursi praktek gigi akan menyusul tiba paling lambat bulan depan.

Kami di puskesmas Saketa senang dengan tambahan personil dokter gigi ini. Karena selama ini penanganan kasus kedokteran gigi masih terbatas dan jika tidak sanggup kami atasi akan kami rujuk ke Bacan. Semoga dengan kehadiran Faisal terdapat peningkatan pelayanan yang diberikan puskesmas sekaligus meningkatkan taraf kesehatan gigi masyarakat. Selamat bergabung dan berjuang..

Selamat memasuki dunia tanpa sinyal, dengan listrik yang hanya 12 jam, pasar yang hanya 2 kali seminggu, pilihan makanan yang terbatas, tivi yang hanya satu channel (RCTI saja), dan keterbatasan lainnya. Tapi juga selamat menikmati alam dengan panorama pinggir pantai, kesederhanaan dan aroma kehidupan khas masyarakat pulau… yang perlahan tapi pasti lambat laun membuat nyaman. Insya Allah.

Sumber :http://vanikrisna.blogspot.com

.. Story of Ongky .. ..sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian ketiga .

Senin, 12 November 2007
Binatang apa yang kecil, bulunya lebat warna merah marun terang hobinya lompat-lompat dan jungkir balik ??

Yapp, pagi tadi binatang itu udah nangkring dimenara profile tank belakang rumah dinas sambil makan nasi putih. Penasaran kaann ??

Nama binatang ini ongky… karena memang turunan monkey.. tapi bulunya sudah dicat merah marun sama empunya yaitu Om Saddik yang juga mantri puskesmas dan tinggal di desa Doro. Pagi ini ongky diboyong dari desa Doro ke Saketa untuk dihibahkan pada Pak Dokter. Pak dokter waktu ke Doro beberapa waktu lalu katanya naksir ama ongky yang teramat sangat jinak n gak pernah galak.. wah saya jadi cemburu.. tapi sueerr saya juga jinak dan engga galak loh.. hehe.
Dan akhirnya ongky mulai bersahabat dengan alam Saketa, warganya terutama anak-anak kecil setiap pulang sekolah langsung ngerubunin ongky. Rumah dinas udah jadi ruaaamee banget ama anak-anak. Yah, ongky emang binatang langka di Saketa. Tapi ongky belum punya kandang dan baru akan dibuat. Sampai malam hari pak Dok sempat kepikiran untuk simpan ongky dikamar mandi. Untung ga jadi, maka kamar belakang yang awalnya sama sekali bukan untuk binatang akhirnya direlakan sebentar jadi tempat ongky. Dengan konsekuensi Pak Dok sendiri yang bersihin lohh… hihi.. kan ibu Dok gampang muntah kalo liat yang kotor-kotor hasil buangannya ongky. Duh ongky… kapan yah bisa diajarin pup dan pipis di WC ? Kasian juga pak Dok kalau begini. Habis kalau dibiarkan sendirian dipohon diluar rumah sekarang ini Saketa lagi musim angin dan hujan. Daripada ongky kedinginan dan kebasahan, yang pasti bikin pak Dok ga bakalan tega ngeliatnya.. dan apalagi mikirin Om Saddik yang udah rela banget ngasih ongky ke Pak Dok kan jadi ongky harus dirawat baik-baik.. ya engga?

Well, tapi hari ini Pak Dok pergi ke Bacan (ibukota Halmahera Selatan) buat ngurus pencairan dana puskesmas. Ibu Dok ditinggal berdua ama ongky… duh ! Untung ongky banyak yang suka dan ngasih makanan sampai sore ini. Mungkin nanti malam ongky masuk kamar belakang lagi… tapi please jangan pup banyak-banyak ya ongk… Ok ?

Sumber :http://vanikrisna.blogspot.com

Hari yang Mengenyangkan :) ..sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian kedua..

Minggu, 11 November 2007

Hari ini makanan yang terhidang banyak sekali. Dimulai hari ini adalah hari pasar di Saketa maka pagi-pagi saya sudah membeli cemilan kue-kue khas pasar Saketa dan menggoreng singkong sekaligus untuk menjamu tamu kontraktor dan perencana pembangunan di Halmahera Selatan, khususnya Gane Barat yang malam tadi menginap di rumah dinas. Kebanyakan orang Maluku tidak seperti kami berdua. Sarapan pagi bagi mereka cukup dengan makan goreng pisang atau singkong (disini disebut kasbi) bisa juga ditambah ikan dan sambal ditambah minum teh manis. Sedangkan saya dan suami masih pula harus makan nasi dan lauk serta sayur. Kue-kue dan goreng pisang atau singkong hanya kami anggap sebagai cemilan.

Hari ini para tamu akan pergi meninjau desa-desa dengan speed Avicenna milik pustu hingga sore, sedangkan saya dan suami hari ini pula diundang makan siang dirumah kepala TU puskesmas. Ia ingin mengajak kami makan makanan khas Maluku yakni popeda (makanan dari tepung sagu bentuknya nyaris seperti lem yang dimakan dengan kuah ikan) beserta ikan bakar, sayur garu (tumis daun dan bunga pepaya), lengkap dengan dhabu-dhabu (sambal) kacang dan popoki mantah (terong). Berawal dari ajakan ibu Ina salah satu staf puskesmas untuk memasak popeda setelah melihat saya melahap makanan khas Maluku Utara itu sewaktu ada acara Lomba Desa dan jamuan makan siang dirumah Camat Gane Barat beberapa hari lalu. Ibu Ina mengajak Ci Ipah (panggilan kami untuk ibu Syarifah, kepala TU Puskesmas) untuk memasak dan akhirnya acara makan dipindahkan dirumah beliau.

Saya yang biasanya tidak terlalu banyak makan, hari itu lumayan kekenyangan. Ditambah makan siang ditutup dengan es buah campur kelapa muda sebagai pencuci mulut (disini disebut manis mulut). Acara selanjutnya adalah bersantai dibagian belakang rumah Ci Ipah yang menghadap kelaut. Mengobrol sambil menikmati angin laut. Saat azan berkumandang sekitar pukul 12.30 WIT suami saya pamit duluan untuk shalat zuhur di masjid. Sedangkan saya dan ibu Ina pamit beberapa saat kemudian.

Sepulang dari rumah Ci Ipah kami masih dibekali es buah dan sore hari hingga malam hari itu saya dan suami sangat kekenyangan sampai tidak ingin makan lagi. Alhamdulillah, hari ini Allah memberi kesempatan untuk menikmati makanan-makanan yang rasanya enak meski belum terlalu akrab dilidah. Dan Allah memberi satu lagi hari yang indah untuk dilewatkan didesa nun jauh di pedalaman Maluku Utara.

Sumber :http://vanikrisna.blogspot.com

.. LoMbA dEsA .. ....sebuah cuplikan kisah di Saketa bagian kesatu...

Kamis, 8 November 2007

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh warga Saketa. Pasalnya sejak saya ditempatkan sebagai dokter PTT di desa ini, isu akan diadakannya lomba desa sudah gencar hingga sekarang hampir 7 bulan berlalu. Saya pun tidak ketinggalan ikut cemas dan gembira mendengar tim penilai lomba 10 program pokok PKK itu akhirnya akan menilai desa Saketa pada hari ini. Cemas mengkhawatirkan sukses tidaknya penilaian nanti, dan gembira karena semenjak beberapa bulan terakhir desa ini semakin giat berbenah diri dan tentunya hari ini merupakan puncak atas segala persiapan sejak jauh-jauh hari tersebut. Desa ini menjadi memiliki jalan dan got yang sangat rapi, ditambah cat pagar yang diseragamkan yaitu hijau muda, ada pot bunga didepan rumah sepanjang jalan utama menuju balai desa dan kami seragam memiliki tempat sampah dari kayu bertuliskan PKK Desa Saketa. Ada gapura besar di dekat pelabuhan yang pembangunannya menghabiskan semalam suntuk dan akhirnya selesai pagi tadi, namun hasilnya rapi, tak tampak dibuat asal-asalan atau tergesa-gesa. Tak terbayang lelahnya orang-orang yang bekerja dibalik layar seperti mereka. Lomba desa kali ini memang telah menjadi hajat bersama desa ini. Semua tampak antusias gotong royong dan ingin sekali memberikan yang terbaik.

Sejak beberapa minggu lalu rapat demi rapat dilakukan dirumah Pak Camat untuk membahas persiapan lomba desa ini. Semua unsur masyarakat, Muspika, ibu-ibu PKK dan dasawisma serta majlis taklim diundang. Lalu saya diberitahu bahwa saya diminta untuk bermain simulasi bersama ibu-ibu PKK dalam lomba nanti sebagai salah satu penilaian pokja II. Dan latihan simulasi semakin gencar dilakukan menjelang hari penilaian. Semua ibu-ibu rata-rata sibuk berpartisipasi dalam lomba ini. Ada anggota dasawisma yang membuat kue berbahan dasar non terigu, membuat anyaman, sapu lidi, membuat minyak kelapa. Ada yang bertugas paduan suara Mars PKK, ada kelompok pengajian yang nanti akan dinilai dalam mengaji dan kegiatan majlis taklimnya, ada yang mempersiapkan kebun percontohan dan rumah sehat, ada ibu-ibu kader PKK yang mempersiapkan posyandu dan mainan edukatif sebagai sarana bina keluarga balita hingga ibu-ibu yang membantu memasak dirumah Camat untuk tamu tim penilai dan undangan yang akan datang hari ini. Kemarin telah dipotong 2 ekor sapi, 1 ekor rusa dan beberapa potong ayam. Sibuk buangget yaa…

Akhirnya pagi ini kami semua telah berkumpul di pelabuhan, lalu tak lama ada orang yang melihat titik putih dikejauhan yang kemungkinan speed yang membawa para tim penilai. Kami langsung bergerak menyusun formasi. Tamu disambut oleh remaja berpakaian khas Maluku dengan membawa karangan bunga yang akan diberikan kepada tamu ini. Lalu Pak Imam Masjid membuka dengan doa dilanjutkan para tamu berjabat tangan dengan Ibu dan Bapak Camat serta Muspika. Lalu tamu disuguhi tarian cakalele didekat pelabuhan sebelum akhirnya diboyong ke rumah Camat untuk dijamu coffee break sebelum acara penilaian dimulai. Di depan rumah camat para tamu kembali disuguhi tarian Caken. Tarian yang dibawakan muda-mudi berpasang-pasangan ini adalah tarian penerima tamu khas Maluku Utara.

Lalu penilaian berlangsung. Lamanya hanya sampai sebelum azan zuhur. Para tim juri telah memiliki nilai bagi desa kami. Tapi apapun hasilnya, warga tampak berbahagia. Akhirnya selesai juga perjuangan ini… eits bukan ding perjuangan yang satu untuk melaju ke perjuangan selanjutnya. Yaitu kabarnya warga Saketa harus melakukan persiapan ulang lomba desa kembali tahun depan.

Hmm… masih disini engga ya???

Sumber:http://vanikrisna.blogspot.com

KAMPANYE PKS DI SAKETA

Monday, 06 April 2009 LABUHA–Sejumlah partai di Halsel kemarin menggunakan kesempatan terakhir untuk kempanye terbuka. PNI Marhaenisme misalnya menggelar kampanye terbuka di Kota Labuha menampilkan Aiief Yasin Wahid sebagai juru kampanye. Sedangkan PKS yang berkampanye di Gane Timur menurunkan Muhammad Kasuba.

Kampanye PNI Marehaenisme diawali dengan konvoi menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, dari Tomori jalan Baru depan Hotel Buana Lipu selanjutnya berkonvoi keliling Kota Labuha. Setelah beberapa lama mengelilingi kota Labuha mereka masuk ke Lapangan Samargalila mendengarkan materi kampanye para jurkam.

AYW dalam kampanyenya, menyampaikan perjuangan dan visi misi partai ini. Diantaranya, akan turut memperjuangkan hak asasi manusia, mewujudkan kehidupan berdemokrasi berbangsa dan bernegara. Juga berjanji menciptakan pemerintahan yang bersih adil dan jauh dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Jika partai ini diberikan kepercayaan akan memperjuangkan pendidikan dan kesehatan gratis, serta memperjuangkan murahnya bahan pokok bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu AYW turut meminta masa dan simpatisan PNI Marhenisme didalam minggu tenang ini menjaga ketenangan serta keamanan. ”Kalah menang adalah soal biasa dalam sebuah pertarungan,” katanya. Selain AYW, PNI Marhaenisme, menurunkan jurkam seperti H Harmian Abusama, Caleg DPRD provinsi dari Dapil Halsel.

Sementara untuk penutupan kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipusatkan di lapangan Sepak Bola Saketa Gane Barat Jumat siang akhir pekan lalu. Kampanye yang diisi langsung H Muhammad Kasuba sebagai Jurkam itu turut dihadiri jurkam terutama dari caleg DPRD Halsel provinsi dan DPR RI. Massa PKS berjubel karena turut hadir dan pendukung dari Bacan dan Gane Barat. Massa dari Bacan misalnya diangkut dengan menggunakan Kapal Kota Teratai.

Selain dua partai itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kemarin juga mendapat jadwal untuk kampanye di hari terakhir penutupan masa kampanye. PPP menggunakan kesempatan itu dengan menggelar kampanye di lapangan Desa Kupal, Bacan.

PPP menurunkans sejumlah jurkam, seperti Ahmad Redjeb, Caleg DPRD provinsi dari Halsel,Muslim Yusuf Sangaji Cakeg DPRD kabupaten Halsel, dengan diikuti massa dan simpatisan mereka.
Selain berkampanye, massa juga melakukan konvoi dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Konvoi ini dimulai dari Amasing mengelilingi Kota Labuha dan sejumlah jalan dalam kota Labuha selanjutnya menuju arena kampanye.
Ahmad Redjeb salah satu Jurkam saat menyampaikan visi misi partai pada massa yang hadir menjelaskan, dijaman reformasi saat ini rakyat menentukan sendiri hak politiknya termasuk turut menentukan pemerintahan secara langsung. (ici)

Triple S, Jalur Halmahera Selatan Ke Sofifi

Malut Post, Sabtu, 9 Februari 2009

Labuha – Desain rencana umum tata ruang wilayah (RURTW) yang telah tuntas disusun tim konsultan juga mendesain rencana pembangunan jalur transportasi yang menghubungkan Halmahera Selatan ke Sofifi sebagai ibukota Provinsi Maluku Utara.

Dalam RURTW itu hubungan Pulau Bacan Halmahera Selatan ke Sofifi melalui transportasi kapal ferry dari Sayoang Bacan Timur ke pelabuhan ferry di Saketa. Karena itu pelabuhan ferry di Saketa Gane Barat itu direncanakan akan dibangun. Ferry Sayoang – Saketa itu berbobot 500-3 ribu ton. Dari Saketa Gane Barat itulah sejumlah angkutan mini bus disiapkan untuk mengangkut penumpang ke Sofifi.

Dalam desain RURTW, jalur transportasi itu dinamakan system transportasi eksternal. Jalur internalnya adalah dari Labuha ke Sayoang. Nah, trayek Sayoang – Saketa – Sofifi itulah yang dimaksud RURTW itu sebagai system transportasi triple S. (ici)

Ditutup Bupati, Kes. Khatulistwa Juara PKS Cup I

Warta Halsel, 16 Mei 2008

Labuha, Warta

Kesebelasan Khatulistiwa dari Kecamatan Kayoa berhasil keluar sebagai juara I dalam turnamen sepakbola PKS Cup I dengan mengalahkan Kesebelasan dari Dolik Gane Barat dengan skor 4-1. Final sepakbola antar kecamatan se Halsel yang diadakan dalam rangka Milad PKS ke-10 ini dilaksanakan Kamis sore (15/5) di lapangan Tomori yang disaksikan langsung Bupati Halsel Muhammad Kasuba, pejabat Muspida, beberapa anggota DPRD Halsel, Ketua DPD PKS Halsel Asnawi Lagalante maupun manajer Persihalsel Ridwan Mahmud yang ikut memantau langsung final sepakbola tersebut.

Dengan demikian Kesebelasan Khatulistiwa dari Kayoa berhak mendapatkan trophy bergilir Presiden PKS, piala tetap, uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, medali emas, dan kaos kesebelasan satu set sedangkan kesebelasan Dolik mendapatkan trophy tetap, uang pembinaan Rp 7,5 juta, medali perak serta kaos kesebelasan satu set. Pada turnamen kali ini juga dipilih penonton terbaik Salamat Djunait, team favorit Kesebelasan Goodball, kesebelasan terbaik Moy Putra dari Kampung Makian, pencetak gol terbanyak atas nama Musa Hamid dari Saketa, dan pemain terbaik yang direbut Isyah dari Dolik yang semuanya mendapatkan uang pembinaan maupun kaos kesebelasan.

Bupati Halsel Muhammad Kasuba saat menutup turnamen sepakbola yang memperebutkan trophy Presiden PKS Ir Tifatul Sembiring ini berharap turnamen yang sudah berlangsung selama sebulan tersebut selain menjadi ajang hiburan tersendiri bagi masyarakat Labuha dan sekitarnya juga menyatukan berbagai komponen unsur politik yang ada. Hal tersebut bisa dilihat dari turunnya berbagai kesebelasan yang manajernya merupakan pimpinan partai politik ataupun anggota dewan. Salah satunya yang tampil pada final adalah kesebelasan dari Dolik yang dimanajeri Salim Hi Hasan, ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Halsel.

Sedangkan Ketua Panitia turnamen Bahrain Kasuba yang juga wakil ketua DPRD Halsel dari PKS ini dalam sambutannya mengatakan, turnamen PKS Cup akan digelar setiap tahun dengan tempat bergiliran. Pada tahun 2009 mendatang turnamen akan digelar di Saketa, Gane Barat.

Usai pertandingan final yang disaksikan ribuan penonton ini sempat ada insiden kecil dari ulah penonton yang tengah mabuk, namun berkat kesigapan aparat keamanan dari Polres Halsel yang dibantu dari Kodim 1509 Labuha, keributan segera tertangani. (sam)

Kenaikan BBM Ta Pengaruhi Kehidupan Masyarakat Saketa

Senin, 28 Juli 08, 11:58:03

Labuha, Warta

Naiknya BBM beberapa waktu lalu sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas kehidupan masyarakat Saketa, Kecamatan Gane Barat. Hal ini dikarenakan kenaikan bahan bakar fosil tersebut ternyata juga diikuti kenaikan harga kopra maupun coklat, yang hal ini banyak menaikkan pendapatan warga Saketa petani kopra maupun coklat. Belum lagi ditambah kesibukan membangun desanya dengan alokasi dana desa (ADD) yang diberikan Pemkab Halsel, sehingga mereka pun tak terganggu kenaikan BBM itu..


Pernyataan tersebut disampaikan Camat Gane Barat Ibrahim Kiat saat menerima Bupati Halsel beserta rombongan dalam roadshow ke kecamatan tersebut Sabtu (26/7), di balai serbaguna Saketa. Acara ini juga dihadiri masyarakat Saketa yang memenuhi hingga di luar balai pertemuan.

Pada kesempatan ini Bupati Halsel Muhammad Kasuba pun merespon pernyataan tersebut. Disampaikannya, kenaikan harga kopra yang kini mencapai Rp 6 ribu/Kg dan diperkirakan masih akan naik, merupakan harapan Bupati sebagaimana yang hal tersebut pernah diungkapkan saat kampanye Pilkada Bupati Halsel.

“Ini merupakan rahmat Allah bagi kita semuanya, dan nikmat ini akan Allah tambahkan asalkan kita semua tetap bekerja keras, tidak meninggalkan kewajiban kita, dan tak lupa mensyukurinya” kata Muhammad Kasuba yang juga mengaku dengan kenaikan harga kopra tersebut beban baginya terasa berkurang.


Pada acara tersebut Bupati Muhammad Kasuba juga menyerahkan bantuan Pemda kepada TP PKK Kecamatan, badan syara, maupun pemuda. Sedangkan pada sore harinya Bupati Kasuba melihat perkembangan pembangunan masjid di desa Cango Gane Barat sekaligus memberikan bantuan 100 sak semen maupun besi kepada panitia. Kegiatan di Saketa ini diakhiri dengan ceramah Bupati Muhammad Kasuba Isra’ Miraj di masjid Saketa yang dihadiri masyarakat setempat dan rombongan bupati. (sam)

Bupati Desak Pemrov Segera Garap Saketa-Matuting

Selasa, 25 November 08, 12:50:32

Warta Halsel, 24 November 2008 Labuha, Warta Kedatangan rombongan wagun KH Abdul Ghani Kasuba Lc beserta beberapa kepala dinas/badan yang menyertainya dalam rangka pemantauan proyek-proyek fisik Provinsi, salah satunya yang menyertai adalah Dinas PU dan Kimpraswil, tidak disa-siakan Bupati Halsel Muhammad Kasuba untuk mendesak Pemprov segera merealisasikan pengaspalan jalan Saketa-Matuting di Gane Timur. Hal tersebut disampaikan Muhammad Kasuba kepada wagub dan rombongan saat bertatap muka dengan para pimpinan satker di lingkup Pemkab Halsel yang dilaksanakan Minggu (22/11)

di ruang rapat kantor bupati. “Jalan Saketa-Matuting merupakan jalan yang sangat strategis dan mendesak untuk segera digarap” pinta Muhammad Kasuba. Bupati Halsel ini juga berharap agar ada koordinasi dan sinkronisasi terkait dengan penempatanh proyek-proyek Provinsi dengan proyek Pemkab Halsel, sehingga tidak terjadi tumpang tindih terhadap proyek yang ada pada 2009 yang akan dating, termasuk di APBD Perubahan tahun 2008.

Permintaan Bupati tampaknya tidak bertepuk sebelah tangan, terbukti Kasubdin PU dan Kimpraswil Malut Hi Iksan menyatakan akan segera merespon permintaan dari Bupati Halsel tersebut. Namun diikatakannya, Provinsi merasa belum mampu untuk segera merealisasikan berbagai proyek fisik jalan yang ada di Halsel, termasuk jalan di Buli, Tabapoma, Kayoa,. Maupun yang lainnya, sehingga Pemprov meminta ada sharing dalam prnggarapan terrsebut dengan Pemkiab Halsel. (sam).

Di Halsel Puncak Aksi Penanaman 100 Juta Pohon Di Panamboang: Klomtan Jati Pratama Saketa Juara III Korteks Nasional

Sabtu, 29 November 08, 19:01:47

Warta Halsel, 28 November 2008


Labuha, Warta

Kelompok Tani Jati Pratama dari Saketa Halmahera Selatan berhasil keluar sebagai juara III dalam lomba Korteks tingkat nasional yang diadakan dalam rangka Puncak aksi penanaman seratus juta pohon, 100 tahun Kebangkitan Nasional.

Mereka menerima penghargaan dari Presiden pada acara puncak aksi penanaman tersebut yang diadakan di Bogor Jawa Barat Jumat (28/11). Di hari yang sama mereka juga menerima penghhargaan dari provinsi dan Pemkab Halmahera Selatan. Untuk Halsel penghargaan ini diberikan Bupati Muhammad Kasuba yang diterima perwakilan klomtan tersebut, tempat berlangsungnya puncak aksi penanaman 100 juta pohon.

Sedangkan pada puncak aksi penanaman 100 juta pohon di Halsel yang diadakan di Panamboang ini menurut Ketua Panitia Baharudin Limatahu, akan ditanam 41.250 pohon anakan terdiri dari mahoni, rambutan, mangga, dan pohon tanjung.

Penanaman secara simbolis dilakukan di Panamboang yang dilakukan Bupati, pejabat Muspida, para kepala dinas dan badan, TNI Polri, Satpol PP, maupun para siswa SMK Kelautan Panamboang.

Sedangkan Menteri Kehutanan MS Kaban dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Muhammad Kasuba meminta, penanaman pohon ini agar dijadikan perilaku kebiasaan masyarakat dalam hidupnya, sehingga akan mengurangi terjadinya lahan kering, mengurangi dampak banjir, maupun tanah longsor. (sam)

Bupati Halsel Terima Satya Lencana Pembangunan Pertanian Dari Presiden

Sabtu, 29 November 08, 19:05:48

Warta Halsel, 29 November 2008

Labuha, Warta

Bupati Halsel Muhammad Kasuba termasuk deretan kepala daerah yang akan menerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan Pertanian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cibodas Bogor pada hari Minggu (30/11) besok.

Penghargaan ini berdasarkan informasi yang diperolah Warta dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Halsel, diberikan karena Bupati Halsel ini dinilai berhasil dalam melakukan pembangiunan di bidang pertanian dan pemberdayaan tenaga penyuluh pertanian dan kehutanan.

Informasi ini juga disampaikan panitia pada acara puncak aksi penanaman seratus juta pohon dan bulan menaman yang dilakukan di Panamboang Jumat (28/11).

“Pemberian penghargaan ini tidak lepas dari rangkaian acara puncak aksi penanaman seratus juta pohon” terang Baharudin Limatahu dari Dishutbun Halsel yang juga ketua panitia puncak aksi penanaman.

Keberhasilan Bupati Muhammad Kasuba menerima penghargaan ini menambah deretan kesuksesan Halsel sebelumnya, dimana salahsatu klomtan yakni Jati Pratama dari Saketa berhasil menjadi juara III dalam lomba korteks tingkat nasional. (sam)